Ribuan penumpang feri tujuan Kepulauan Selayar telantar di Pelabuhan Tanjung Bira, Bulukumba,kemarin.Kapal Motor Penumpang (KMP) Belida dan Sangke Palangga gagal berangkat karena air laut di pelabuhan mengalami pendalangkan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wita,kemarin.
Kedua kapal feri yang rencananya mengangkut penumpang dari berbagai daerah termasuk dari Makassar ini hingga semalam masih tertahan di pelabuhan menunggu hingga air laut kembali pasang. Nur Qomar, salah salah penumpang di Pelabuhan Bira mengatakan, gagalnya keberangkatan kapan feri ini karena air surut, sehingga menyulitkan dua feri lepas dari dermaga pelabuhan tersebut. “Sekitar seribuan penumpang gagal dan telantar di Pelabuhan Bira. Hingga kini kapal belum berangkat. Para penumpang tersebut tujuan ke Selayar,” kata Qomar di Pelabuhan Bira, tadi malam. Pendangkalan ini terjadi sejak Januari lalu,namun pihak pelabuhan belum melakukan pengerukan di pelabuhan ini.
“Kami berharap kepada pihak pelabuhan segera mencari solusi dari permasalahan ini sehingga tidak lagi terjadi kejadian seperti ini,”tutur Qomar. Sumber di pelabuhan menyebutkan, Maret lalu,landasan jembatan penghubung kapal dengan dermaga patah. Akibatnya,KMP Sangke Palangga ini tidak beroperasi selama seminggu. “Akibat dari kerusakan ini, pihak pengelola kapal terpaksa membatasi penumpang yang berangkat,” tuturnya kepada wartawan di Bulukumba tadi malam. Gagalnya dua KMP berangkat berlayar dibenarkan oleh pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Feri. Manajer PT ASDP Indonesia Feri (Persero) Cabang Selayar Jamaluddin mengatakan, hal itu disebabkan air laut surut sehingga terjadi pendangkalan di sekitar lokasi sandar kapal feri.
Menurutnya, akibat kegagalan berlayar ini bukan hanya penumpang saja yang telantar, tapi puluhan kendaraan baik roda dua maupun empat juga terpaksa diparkir di dekat dermaga. “Kapal ini gagal berangkat akibat surutnya air laut di sekitar dermaga.Kami terpaksa menunggu hingga air pasang. Insya Allah pasang, kapal langsung berangkat,” katanya. Dia mengatakan,sudah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel agar melakukan pengerukan di sekitar pelabuhan, namun hingga kini belum ada tindaklanjut.
“Kami berharap, Pemprov Sulsel turun tangan mengatasi persoalan ini agar rute ini berjalan sebagaimana mestinya,” kata Jamaluddin. (www.seputarindonesia.com)